Friday, February 29, 2008

Jum'at Keramat

Hari Jum'at,... bagi sebagian masyarakat Jawa,.. masih dianggap sebagai hari yang keramat..
malam Jum'at bagi yang percaya.. malam yang keramat untuk melakukan tirakat
dianggap sebagai malam keluarnya berbagai setan dan lelembut.. sundel bolong, wewe gombel, gundol pringis,.. juga genderuwo..

Bagi umat Kristiani, hari Jum'at dianggap sebagai harinya Tuhan,.. konon pada hari inilah (hari Jum'at) Jesus di salib.

kamus wikipedia menyebutkan bahwa hari Jumat diambil dari bahasa Arab Jumu'ah yang berarti ramai.
bagi umat Islam,.. hari ini (Jum'at) menjadi hari yang lebih utama jika dibanding enam hari yang lainnya. Berdo'alah dengan sungguh-sungguh pada hari Jum'at niscaya Tuhan akan mengabulkan, karena hari um'at termasuk waktu yang mustajab (utama).
Sumber dari hadits Rasulullah SAW menyebutkan “Sebaik-baik hari adalah hari Jum’at, pada hari itulah diciptakan Nabi Adam, dan pada hari itu dia diturunkan ke bumi, pada hari itu pula diterima taubatnya, pada hari itu pula beliau diwafatkan, dan pada hari itu pula terjadi Kiamat ... Pada hari itu ada saat yang kalau seorang muslim menemuinya kemudian shalat dan memohon segala keperluannya kepada Allah, niscaya akan dikabulkan.” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasai dan lainnya, hadits shahih)
riwayat lain menyebutkan: Hari Jum'at adalah hari ibadah. Hari ini dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, laksana bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Waktu mustajab pada hari Jum'at seperti waktu mustajab pada malam lailatul qodar di bulan Ramadhan
Wafat pada malam hari Jum'at atau siangnya adalah tanda husnul khatimah, yaitu dibebaskan dari fitnah (azab) kubur. Bahkan diriwayatkan juga bahwa hari kiamat akan jatuh pada hari Jum'at.
Ramalan yang lebih ilmiah datang dari NASA, dengan kemungkinan sekitar 1/40, kurang lebih hari Jumat tanggal 13 April 2029, Meteor Apophis (MN4) akan menabrak bumi.
luar biasa...keutamaan hari jum'at..


dan secara tidak sengaja atau mungkin Tuhan telah mengaturnya untuk saya...
hari Jum'at (29/2) ini saya melakukan sebuah ikhtiar, dan semoga diberkahi oleh Tuhan...
Hebatnya lagi... tanggal ini, 29 Februari (kabisat) baru akan berulang 4 tahun lagi.... wahaaa....

Thursday, February 7, 2008

merokok,...


Anda, teman anda, atau orang di sekitar anda adalah perokok?,
Uraian berikut mungkin bisa sedikit membantu menafsirkan seperti apa Anda atau orang disekitar anda.

* Seorang perokok biasanya menutupi kegelisahannya dengan merokok

* Seorang perokok pengguna pipa lebih sering menggunakan isyarat membersihkan, menyalakan, mengisi, dan membungkus rokok selama mengikuti perbincangan tentang penjualan untuk mengurangi ketegangan, atau untuk menghabiskan waktu. Mereka suka mengulur-ulur waktu pengambilan keputusan dan melakukannya dalam sebagian besar situasi yang secara sosial dapat diterima dan tidak mengalami hambatan apapun.

* Seorang perokok langsung biasanya membuat keputusan lebih cepat daripada perokok yang memakai pipa.

* Seseorang yang memiliki sikap positif dan percaya diri biasanya seringkali membuang asap rokoknya kearah depan atas secara langsung. Sedangkan seseorang yang memiliki sikap negatif seringkali membuang asap rokoknya kearah bawah.

* Sifat suka menyimpan rahasia akan tampak ketika seseorang membuang asap rokoknya melalui salah satu sudut mulutnya.

* Semakin cepat seseorang membuang asap rokoknya ke atas atau kebawah, maka semakin besar sifat positif atau negatif yang dimilikinya.

* Membuang asap rokok melalui lubang hidung merupakan tanda superioritas dan kepercayaan individual.

* Membuang puntung rokok di asbak secara terus menerus adalah indikasi adanya konflik internal dalam diri perokok.

* Ketika seseorang ingin menghentikan perbincangan, dia akan menyalakan rokok dan segera mematikannya.

-------sumber: Body Language, Vijaya Kumar, 2004

Monday, February 4, 2008

pesan

sms darimu telah aku terima kemarin hari
ku baca saat mentari telah bersinar merah jingga
tidak peduli apa yang kau katakan
sebab apapun yang berasal darimu, bagiku adalah sebuah harapan.

kp kali,

Monday, January 7, 2008

entah sampai kapan,

akhir pekan lalu, melalui piranti telepon selular seorang kawan
berkirim pesan tentang kesibukannya sekarang
ia bercerita tentang kesibukan barunya sebagai seorang mahasiswa S2 sebuah Universitas terkemuka.

Laptop barunyapun ia singgung-singgung di
tengah-tengah percakapan.


ah,..luar biasa kawanku satu ini. Anak juragan bawang dari Brebes.
Berpenampilan seadanya, tapi Cerdas bukan main dan sedikit oportunis.

Diakhir percakapan ia menanyakan kelanjutan Study yang kini masih aku tempuh. Tak lupa, Ia juga menawarkan bantuan mem-finishkan kuliahku.

Sebuah akhir percakapan yang selalu tidak aku inginkan, karena itulah..
aku akan selalu menjawab dengan kalimat itu-itu saja

.. mbuh,..kacau,..ambyar,..malesmen,...

aku selalu punya pembelaan kenapa hingga akhir semester yang kesekian
ini studyku belum juga selesai.


"...dikunyah kesibukan,..gak sempat ke kampus,.. dosennya susah dicari,.."

Ah dasar manusia,..selalu saja punya alasan untuk berkelit jika sedang
pada kondisi terjepit.



Terakhir kali ibukku menelpon,... beliau juga menanyakan kelanjutan kuliahku. Melalui ungkapan-ungkapan halusnya, berkali-kali aku diingatkan untuk sesegera mungkin menyelesaikan tanggungjawab yang dibebankan kedua orangtuaku.

"MERAMPUNGKAN STUDY KESARJANAANKU, itu saja!!!"

Ibukku berharap,.. selesainya study S1ku akan menjadi salah satu kado indah diakhir pengabdiannya sebagai seorang guru SD di sebuah kampung terpencil di Kabupaten Demak.

Ingatan kecilku melayang-layang, kembali kemasa ketika dulu ibukku masih mengajar di sebuah sekolah dusun yang 5 kilometer jauhnya dari tempat tinggal kami.

Aku masih ingat betul,..pagi-pagi sekali ibukku telah bangun,
menyiapkan sarapan untuk kami sekeluarga, membangunkan kami semua agar tidak terlambat. Kakakku yang pertama sekolah di SMA swasta di Ibukota Propinsi, tinggal disana dan seminggu sekali pulang kerumah. kakakku yang kedua sekolah di SMP Kota Kecamatan, berangkat sekolah sebelum jam setengah enam pagi. Sementara aku bersekolah di SD yang bangunannya ada dibelakang rumah.

Ibuk dan Bapakku pergi mengajar sebelum jam setengah tujuh pagi.Jika hari sedang terang dan cuaca bersahabat, kedua Orangtuaku akan berangkat mengajar berboncengan naik sepeda motor Yamaha superdeluxe tua buatan tahun 80 warna merah. Namun jika datang musim penghujan,..
kedua orangtuaku akan berjalan kaki menuju tempat mengajarnya masing-masing, karena mustahil menaiki sepeda motor ditengah jalan yang lumpurnya mencapai atas mata kaki. Belum lagi jika hujan deras datang dari pagi-pagi sekali.


.....Aku jadi teringat kisah Ibuguru didaerah terpencil Belitong,
Ibunda Mus yang dikisahkan oleh Andrea Hirata dalam Novel Laskar
Pelanginya.

Aku berbangga hati sekarang!!!,.. :) :) :) :)

------

Semangat perubahan seseorang bisa datang darimana saja,...dari orang-orang terdekat yang disayangi, dari benda-benda yang dijumpai, atau bisa saja dari pengalaman yang dijalani.
Dan ketiganya telah aku lewati,...
namun tetap saja aku belum berubah,
..masih bebal, malas, dan selalu ragu untuk melangkah

hanya meminta dan berserah pada Tuhan tanpa sedikitpun berusaha, tentu
juga sebuah ketololan.

ah,.. kenapa aku masih juga seperti ini
begitu takut untuk memulai,

kp kali, 7/1-08

Friday, December 14, 2007

Desember hingga yang kesekian kalinya,

maafkan ananda, Ibu' dan Bapak!,...
jika hingga kini, Putramu ini belum juga bisa membalas kasihmu selama ini

maafkan pula Putramu ini, jika hingga kini belum juga benar-benar mengerti arti kata memberi

ini bukan kegagalan ibu dan Bapak menanamkan nilai-nilai itu padaku,
tapi memang karena kealpaan dan kekurangajaranku
hingga lalai melaksanakan petuahmu

Maafkan aku, Ibu dan Bapakku!
jika hingga masa kini Putramu ini belum juga bisa memberikan apa-apa sebagai wujud dharmaku padamu

Maafkan aku Putramu ini, Jika hingga seusia ini telingaku baru bisa untuk mendengar, tanpa pernah bisa merasakan bahwa peluh keringat yang kalian cucurkan semata-mata hanya untuk kebahagiaan dan masa depanku.

Maafkan Putramu ini, Ibu' dan Bapakku,...
Jika anak-anak yang lain telah "menggendong" kedua orang tuanya sambil berlari
Putramu ini justru masih hendak belajar berdiri,...

Desember berikutnya, semoga Putramu ini tak ragu melangkahkan kaki,...

**kp kali, 14-12-2007

Thursday, December 6, 2007

Retno yang belum Purnama,..



Namanya Retno Purnamasari (12), sesuai dengan namanya, kedua orang tuanya tentu menginginkan Retno tumbuh menjadi anak yang pintar, cantik dan rupawan seperti bulan purnama. Namun Tuhan agaknya masih berkehendak lain.


Semenjak usia 3 tahun, Retno menderita tumor dimata kirinya. Ayah Retno, Margono (43) yang berprofesi sebagai penarik becak dan Ibunya Tukirah (40) tukang sablon, sama sekali tidak memiliki biaya untuk pengobatan Retno. Praktis kini hari-hari Retno hanya diisi dengan berbaring saja di satu-satunya tempat tidur berkasur tipis tanpa alas yang juga difungsikan sebagai tempat menerima tamu jika ada yang berkunjung.


Untuk sekedar merasakan hangatnya sinar mentari dan menghirup segarnya udara pagipun kini Retno enggan. Ia lebih memilih tiduran di ruangan pengap seharian daripada diejek sama teman-teman sebayanya. Sekolah Retno hanya sampai kelas 2 SD saja, Ia malu jika teman-temannya menyeringai jijik saat menatap mukanya. Sama sekali tidak ada teman yang mau berdekatan dengannya.

Sebagai orang tua, Margono dan Tukirah bukannya tanpa usaha. Dulu sewaktu mata kiri Retno mulai menunjukkan gejala pembesaran, Margono telah membawanya ke salah satu Rumah Sakit milik Pemerintah di Semarang. Petugas rumah Sakit hanya melihat kondisi Retno sebentar, kemudian berujar "Alat Rumah Sakit tidak ada,..kurang satu pak! alatnya!."


Sedikit kecewa, Margono lantas membawa Retno ke rumah sakit mata cukup terkenal di Semarang. Dokter sempat memberikan diagnosa bahwa Retno terkena penyakit tumor dan harus segera dioperasi. Namun lagi-lagi petugas rumah sakit memberikan keterangan bahwa "Alat rumah sakit tidak kumplit... kurang satu!"


Margonopun tidak lekas putus asa, segera ia membawa Retno putrinya ke Rumah Sakit paling besar milik pemerintah di Semarang. Di Rumah Sakit dengan nama mentereng karena sederet prestasinya di dunia penyembuhan ini, Margono menggantungkan harapan terakhirnya. Namun Jangankan diperiksa oleh Dokter, dilayani oleh petugas Rumah Sakitpun tidak. Lebih dari setengah hari Margono dan Retno dibiarkan begitu saja di loket pendaftaran.


Akhirnya menjelang ashar Margono membawa pulang putrinya yang mulai terlihat sayu tanpa penanganan. Berhari-hari Margono memikirkan kejadian yang menimpa ia dan putri kecilnya.Rumah Sakit yang telah cukuplama berdiri masak tidak memiliki alat untuk menyembuhkan putrinya.

"Alat apa yang kurang..?"
"Uang!!" ya....Uang...

alat yang kurang ternyata adalah uang!!"


akhirnya Margono menemukan jawabannya... Uang, alat pembayaran yang memang tidak ia miliki.


Margono kini benar-benar pusing dengan keadaan keluarganya. Pasalnya pihak pemerintah setempat telah beberapa kali mengingatkannya agar rumah berukuran 3,5x2,5 meter yang ia tempati bersama istri dan 6 anaknya segera dibongkar. Rumah kecil tersebut berdiri diatas saluran air disisi jalan Bintoro Kecil RT 02/08, Gayamsari, Semarang yang menurut peraturannya memang tidak boleh didirikan bangunan apapun. Dengan kata lain Rumah satu ruangan yang didirikan Margono illegal.


kini margono tak tahu lagi harus berbuat apa,..

sedikit "senyum" dan elusan dikepala Retno, tentu akan sangat meringankan beban keluarga Margono.