Petugas Kepolisian berkomunikasi dengan piranti telepon selular disela-sela tugasnya menangani kecelakaan sebuah Bus di Jalan Tol Jatingaleh, Semarang beberapa waktu lalu. Makin luasnya jaringan telepon selular serta tarif yang kian terjangkau membuat kebutuhan berkomunikasi kini serasa tak ada lagi hambatan. Setiap saat-dimanapun dan kapanpun.
Wednesday, December 31, 2008
Setiap saat, dimanapun dan kapanpun
Petugas Kepolisian berkomunikasi dengan piranti telepon selular disela-sela tugasnya menangani kecelakaan sebuah Bus di Jalan Tol Jatingaleh, Semarang beberapa waktu lalu. Makin luasnya jaringan telepon selular serta tarif yang kian terjangkau membuat kebutuhan berkomunikasi kini serasa tak ada lagi hambatan. Setiap saat-dimanapun dan kapanpun.
Friday, November 14, 2008
Teman Perjalanan
Di depanku kini terbentang jalan yang memang telah lama ingin aku lalui,
tapi aku butuh teman,
karena jalan itu begitu panjang, terjal dan menipu.
....Sayang,
Aku membutuhkanmu!
lp sari/08
tapi aku butuh teman,
karena jalan itu begitu panjang, terjal dan menipu.
....Sayang,
Aku membutuhkanmu!
lp sari/08
Aku terima
Yang aku dengar aku memang tidak ada dalam benakmu
Yang aku tahu kau memang tidak mau menerima isyaratku,
......ya sudah, Aku terima kenyataan itu.
lp sari/08
Yang aku tahu kau memang tidak mau menerima isyaratku,
......ya sudah, Aku terima kenyataan itu.
lp sari/08
Ada Rindu
Rinduku padamu begitu berat
tapi kurasa ini sangat nikmat
Aku seperti sungai di musim kemarau,
kering tanpa sejuk segarnya senyummu mengaliri.
lp sari/08
tapi kurasa ini sangat nikmat
Aku seperti sungai di musim kemarau,
kering tanpa sejuk segarnya senyummu mengaliri.
lp sari/08
Wednesday, August 20, 2008
namamu
namamu telah ku tatah dengan seksama
dibagian hatiku yang paling tengah
maaf jika tidak terlalu indah
namun percayalah,
aku mengawalinya dengan rasa
seperti seorang hamba yang melaksanakan titah junjungannya.
kp kali, 20/8-08
dibagian hatiku yang paling tengah
maaf jika tidak terlalu indah
namun percayalah,
aku mengawalinya dengan rasa
seperti seorang hamba yang melaksanakan titah junjungannya.
kp kali, 20/8-08
Thursday, July 3, 2008
Ganesh
Rabu (2/7) malam lalu Ganesh susah sekali memejamkan mata, waktu seolah pelan merambat. Padahal jarum jam telah menunjuk ke angka 12.00 WIB.
Gelisah, nampaknya menjalari sekujur tubuh Ganesh dan merayap memenuhi ruangan pengap tempat tinggalnya. Berkali-kali sikap badannya berubah guna mendapatkan posisi paling nyaman untuk terlelap; mulai dari seperti bayi yang masih dalam kandungan, gaya belalang sembah hingga tengkurap seperti musuh yang tertangkap dan kalah perang.
Padahal ia telah merajuk ke peraduan sejak pukul 9 malam tadi. Pikirannya melayang, khayalannya membumbung tinggi ke awang-awang menembus langit-langit kamar yang ramai dirayapi cicak memburu serangga.
"Nampaknya Aku harus berhenti,... tidak ada lagi yang perlu dikejar,.. semua sudah jelas, hanya bayang-bayang.." gumamnya pelan
"tidak,.. Aku tidak letih,.. Aku bukan menyerah.. Aku yakin tidak kalah,
tapi ini sebuah upaya untukku mengerti, memahami, dan menghargai."
"Pencapaian sebuah harapan bukanlah satu-satunya puncak kebahagian.
lupakan upaya untuk memburu kemenangan, dia bukan musuh, tidak perlu dikalahkan."
"Untuk apa menghunus pedang, tidak perlu ada yang dibunuh, tidak perlu ada yang tertebas, tidak perlu ada yang terluka dan menangis."
"Tidak perlu mengikuti, jika saatnya tiba, Ia pasti akan bersandar, kalau toh bukan diriku.. Tuhan pasti telah memilihkan yang terbaik untuknya."
kp kali (3/7)
Gelisah, nampaknya menjalari sekujur tubuh Ganesh dan merayap memenuhi ruangan pengap tempat tinggalnya. Berkali-kali sikap badannya berubah guna mendapatkan posisi paling nyaman untuk terlelap; mulai dari seperti bayi yang masih dalam kandungan, gaya belalang sembah hingga tengkurap seperti musuh yang tertangkap dan kalah perang.
Padahal ia telah merajuk ke peraduan sejak pukul 9 malam tadi. Pikirannya melayang, khayalannya membumbung tinggi ke awang-awang menembus langit-langit kamar yang ramai dirayapi cicak memburu serangga.
"Nampaknya Aku harus berhenti,... tidak ada lagi yang perlu dikejar,.. semua sudah jelas, hanya bayang-bayang.." gumamnya pelan
"tidak,.. Aku tidak letih,.. Aku bukan menyerah.. Aku yakin tidak kalah,
tapi ini sebuah upaya untukku mengerti, memahami, dan menghargai."
"Pencapaian sebuah harapan bukanlah satu-satunya puncak kebahagian.
lupakan upaya untuk memburu kemenangan, dia bukan musuh, tidak perlu dikalahkan."
"Untuk apa menghunus pedang, tidak perlu ada yang dibunuh, tidak perlu ada yang tertebas, tidak perlu ada yang terluka dan menangis."
"Tidak perlu mengikuti, jika saatnya tiba, Ia pasti akan bersandar, kalau toh bukan diriku.. Tuhan pasti telah memilihkan yang terbaik untuknya."
kp kali (3/7)
Tuesday, May 6, 2008
harap
bolahkan aku berharap...
ketika pagi-pagi kau sms aku dan ada simbol senyum di awal sapamu
bolehkan aku berharap...
ketika kau mengulurkan senyum termanismu dari balik jendela berteralis
di hari kamis minggu yang lalu
bolehkan aku berharap...
ketika tiba-tiba kau sentuh lenganku meski lantas kau pergi dan berlalu
nyatanya bagiku,...membaca symbol dan isyarat akan mampu
menguatkan niat dan tekad
untuk terus melangkah atau berhenti saja karena nyatanya hingga masa-masa khawatirku ini belum juga aku bisa membuatmu merasa aman dan nyaman
sabtu (26/4-08) kp kali
ketika pagi-pagi kau sms aku dan ada simbol senyum di awal sapamu
bolehkan aku berharap...
ketika kau mengulurkan senyum termanismu dari balik jendela berteralis
di hari kamis minggu yang lalu
bolehkan aku berharap...
ketika tiba-tiba kau sentuh lenganku meski lantas kau pergi dan berlalu
nyatanya bagiku,...membaca symbol dan isyarat akan mampu
menguatkan niat dan tekad
untuk terus melangkah atau berhenti saja karena nyatanya hingga masa-masa khawatirku ini belum juga aku bisa membuatmu merasa aman dan nyaman
sabtu (26/4-08) kp kali
Subscribe to:
Posts (Atom)